Pada bagian 2 dari seri dasar-dasar fotografi, kita belajar tentang aperture, ISO, dan kecepatan rana. Sekarang, Anda perlu belajar bagaimana menerapkan pengaturan tersebut pada kamera Anda untuk mempraktekkan pengetahuan baru Anda.
ICON MODE PADA CAMERA
Pertanyaannya adalah: mengapa saya perlu belajar bagaimana untuk mengatur pengaturan kamera saya secara manual ketika kamera saya sudah memiliki built-in mode untuk olahraga, potret, lanskap, dll? Pada artikel ini akan dijelaskan mengapa ikon berbagai mode tersebut "tidak" akan bekerja untuk digunakan oleh mereka yang ingin menjadi fotografer yang sebenarnya.
Dengan keahlian fotografi baru dan kamera baru Anda, anggota keluarga Anda akan menobatkan Anda sebagai resmi fotografer di acara keluarga. Tiba saatnya untuk mengambil gambar kelompok besar dengan lebih dari 60 orang di dalamnya. Modus atau mode apa yang Anda atur dikamera? Ikon portrait, karena Ini portrait! Tapi ada masalah ... masalah yang sangat besar. Modus portrait pada kamera secara otomatis membuat aperture menjadi benar-benar rendah, karena kamera mengira Anda ingin mengambil foto dengan kedalaman foto yang dangkal. Namun dalam hal ini, sejumlah kelompok besar orang-lah yang membutuhkan kedalaman gambar yang utuh sehingga orang-orang di belakang tidak keluar dari fokus. Kamera tidak tahu niat Anda dengan potret ini, sehingga setengah dari kelompok terlihat buram.
Oleh karena itu ini lah salah satu alasan mengapa ikon mode otomatis (lanskap, potret, mode olahraga, dll) tidak akan bekerja untuk fotografer yang ingin belajar untuk mengambil foto berkualitas profesional.
APA ITU MODE KREATIF?
Mode Kreatif pada kamera Anda antara lain; Program, Aperture Priority, Shutter Priority, dan Mode Manual. Pada kebanyakan kamera, mereka ditandai "P, A, S, M." ini dimaksudkan untuk "Program Mode(P), Prioritas Aperture(A), Shutter Priority(S), dan Mode Manual(M)."
Jika Anda menggunakan DSLR Canon, maka Anda akan melihat bahwa perusahaan kamera Anda merasa "istimewa" dengan mengubah nama-nama mereka. Kamera Canon akan menunjukkan "P, Av, Tv, M" untuk mode yang sama persis. "Av" adalah versi Canon untuk Aperture Priority, dan "Tv" adalah versi Canon untuk Shutter Priority.
Mungkin agak sedikit membingungkan untuk pindah ke mode kreatif ini pada kamera Anda, tapi pada artikel ini Anda akan dipandu langkah-demi-langkah bagaimana menggunakannya.
PROGRAM MODE (P)
Percayalah ini adalah satu mode yang tidak ingin Anda gunakan selamanya.
Tapi jika Anda penasaran, mode program ini biasanya (terdapat sedikit berbeda pada setiap model kamera) menetapkan aperture dan kecepatan rana untuk Anda, dan memungkinkan fotografer untuk mengatur white balance, ISO, dan flash.
Modus ini bukan pilihan yang cocok untuk fotografer serius karena Anda tidak dapat mengatur kecepatan rana untuk memastikan gambar tidak buram, atau aperture untuk mengontrol kedalaman gambar.
MODE APERTUR PRIORITY ("A" atau "AV" pada Canon)
Ini adalah mode yang paling disukai fotografer dan bahkan banyak digunakan untuk mengambil gambar.
Ketika Anda memotret dengan mode Aperture Priority, Anda mengatur aperture (f-stop) dan juga ISO. Kamera kemudian akan menetapkan kecepatan rana untuk Anda sehingga gambar menjadi bagus. Mode Aperture Priority sangat kuat karena mudah digunakan dan masih memungkinkan bagi fotografer untuk membuat pilihan kreatif. Bahkan, fotografer paling kompeten menggunakan mode ini setiap hari.
Misalkan Anda memotret teman-teman di sebuah pesta dengan latar belakang pemandangan kesibukan orang-orang dan hal-hal di sekitarnya, Anda memutuskan membuat latar belakang menjadi kabur dalam foto (kedalaman gambar dangkal/ shallow depth of field). Untuk mencapai hal tersebut, cobalah Anda atur kamera ke f / 3.5 yang merupakan aperture rendah.
Misal gambar pertama yang Anda ambil adalah dari orang yang sedang duduk di sofa di samping lampu. Karena lampu terang, maka Anda ingin kecepatan rana yang pas untuk mendapatkan eksposur yang tepat. Menggunakan mode aperture priority, kamera secara otomatis akan mengatur kecepatan rana untuk Anda. Kemudian jika Anda ingin mengambil gambar dari seseorang di sudut gelap ruangan, maka Anda tidak perlu mengotak-atik pengaturan kamera sama sekali, karena kamera secara otomatis akan melihat bahwa itu adalah gelap dan memilih kecepatan rana lebih lambat.
Sementara itu bila Anda ingin kedalaman gambar yang penuh, maka pilihlah f-stop yang tinggi (aperture). Bila Anda ingin kedalaman gambar dangkal, pilih f-stop yang lebih rendah. Gambar Anda secara dramatis akan meningkatkan ketika Anda belajar untuk mengontrol kedalaman gambar/ depth of field.
MODE SHUTTER PRIORITY ( "S" atau "TV" pada Canon)
Mode prioritas rana terdengar sangat berguna, tetapi kenyataannya adalah bahwa kenyataannya fotografer profesional jarang menggunakannya. Hal ini agak sulit untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi.
Sepintas, kedengarannya mudah untuk memiliki mode di mana Anda bisa memilih kecepatan rana dan ISO, serta membiarkan kamera memilih aperture untuk Anda. Misalnya, saat pengambilan gambar sebuah pertandingan basket sekolah, Anda mungkin berpikir Anda ingin mode prioritas shutter karena Anda bisa mengatur kecepatan rana cukup cepat untuk situasi olahraga cepat bergerak.
Namun, Anda mungkin akan terkejut untuk mengetahui bahwa hampir semua fotografer olahraga profesional memotret dalam mode aperture priority. Mengapa? Karena kedalaman lapangan atau kedalaman gambar adalah kunci. Sang fotografer ingin mengontrol depth-of-field dalam gambar olahraga dan hanya mengawasi kecepatan rana untuk memastikan kamera tidak memilih kecepatan yang terlalu rendah. Jika tidak begitu, maka kita bisa meningkatkan ISO sehingga kamera akan memilih kecepatan rana yang lebih cepat.
MANUAL MODE ( "M")
Mungkin bagi kebanyakan fotografer pemula yang pertama kali menggunakan mode manual akan ada perasaan takut. Namun, pengambilan gambar dalam mode manual sebenarnya tidak sesulit itu. Untuk memahami mode manual, contoh di bawah ini akan sangat membantu.
Pertama kali pengambilan gambar di atas yakni dengan pengaturan berikut; kecepatan rana 1/100, ISO 100 agar tidak ada noise dan karena membutuhkan lebih banyak cahaya maka memperlambat kecepatan shutter.
Setelah mengambil gambar dengan pengaturan di atas, ternyata gambar yang muncul justru sedikit terlalu gelap. Maka, perlu memperlambat kecepatan rana lagi, dan mencoba dengan kecepatan 1/60 dan hasilnya nampak seperti gambar diatas.
Intinya adalah pada akhirnya ada saat dimana Anda akan menginginkan memotret dalam mode manual untuk situasi yang tidak perlu buru-buru untuk mengambil gambar. Jika Anda memotroe olahraga, potret luar ruangan, atau hal-hal lainnya, maka prioritas aperture lebih sederhana dan lebih cepat daripada memotret dalam mode manual.
Tapi jika Anda masih tahap belajar, pilihan terbaik untuk beberapa bulan ke depan adalah memotret dalam mode aperture priority.
Untuk artikel berikutnya dalam seri ini, kita akan belajar bagaimana mendapatkan gambar secara dramatis dengan menggunakan komposisi kreatif.

No comments:
Post a Comment